Minggu, 24 Maret 2013

10 Fakta Bangsa Romawi

10. Gereja dan Negara

Aurelian, personification of Sol, defeats the ...
Image via Wikipedia
Walau kita semua mengetahui bahwa orang-orang Roma kuno menyembah banyak dewa, dalam faktanya telah didirikan sebuah lembaga penyembahan yang disahkan oleh pemerintah. Dan tuhan itu dinamakan Sol Invictus atau The Unconquored Sun – Matahari yang tak bisa ditaklukan. Dewa ini dicetuskan oleh Kaisar Aurelian pada 274 Sesudah Masehi dan terus berlanjut, hingga akhirnya menutupi penyembahan dewa yang lain. Sampai ketika rezim Kaisar Theodosius I menghilangkan ajaran pagan pada 27 Februari 390. Dan kemudian masyarakat merayakan kematian Sol Invictus setiap tanggal 25 Desember, banyak pula yang menyebut – hari kelahiran matahari yang tak bisa ditaklukan. Karena tanggal 25 Desember adalah hari dimana titik perputaran dari musim dingin. Pada tanggal 19 Desember juga ada festival. Meskipun banyak ajaran lainnya yang dipraktekan secara terang-terangan di setiap legiun Romawi pada abad pertengahan, hanya Sol Invictus-lah yang diterima secara penuh oleh masyarakat saat itu. Bahkan Kaisar Constantine I sampai mencantumkan Sol Invictus dalam mata uang resmi mereka. Dan Kaisar Constantine menandakan tanggal 7 Maret 321, sebagai hari kematian Solis – atau hari matahari, atau ‘Sunday’ (Hari minggu) sebagai hari istirahat bagi masyarakat Roma (dan kita semua mengikuti kebudayaan pagan).

9. Tempat Tinggal

The Roman theatre in Bosra
Image by Travel in Istanbul via Flickr
Seperti sekarang, kehidupan masyarakat Romawi hidup di berbagai tempat sesuai kelas sosialnya. Yang kaya bisa tinggal di vila, dan yang miskin di apartemen kumuh tak terawat yang dibawahnya berfungsi sebagai toko. Pada rezim Hadrian atap bangunan tidak boleh lebih tinggi dari 17 meter untuk menghindari kemungkinan rubuh, dan rata-rata apartemen mempunyai banyak jendela. Air bisa diambil dari sumur yang tersedia diluar bangunan, warga bisa buang air dengan menuju kamar mandi umum. Karena kebakaran sangat rawan, Warga yang tinggal di apartemen tidak diperkenankan memasak – namun mereka bisa membeli makanan di sebuah toko yang disebut thermopolium. Tentu ini kebiasaan yang sudah sering kita temui bukan? Dan itu sudah dipraktekan masyarakat Romawi sejak dulu.

8. Pakaian Dalam

Female athletes wearing a bikini-like combinat...
Image via Wikipedia
Sedikit dari kita semua yang tahu bahwa bangsa Romawi selalu menggunakan pakaian dalam di setiap kegiatannya, dalam hal ini disebut subligaculum, pakaian ini bisa dalam bentuk celana dalam atau sekedar cawat. Pakaian ini bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Biasanya, pakaian ini digunakan oleh para gladiator, atlet dan aktor yang sedang beraksi. Subligaculum sering digunakan dibalik pakaian tunik mereka. Namun, tidak sedikit pula yang hanya memakai pakaian dalam tersebut tanpa tambahan apa-apa, kebiasaan ini biasa digunakan oleh mereka yang bekerja di kantor publik. Perempuan Romawi juga memakai pakaian tambahan dibagian atas yang biasa disebut strophium atau mamillare.

7. Pendidikan

St Bruno before a crucifix,  Roman School, Chr...
Image by Martin Beek via Flickr
Pendidikan sangat penting bagi Romawi Kuno. Para orang kaya memfokuskan diri untuk mencapai pendidikan tertinggi. Namun, mereka yang kekurangan hanya bisa berharap untuk mendapatkan pendidikan formal, masih banyak yang perlu belajar menulis dan membaca. Anak-anak dari keluarga kaya, akan disekolahkan dalam sekolah privat yang dilaksanakan di rumah masing-masing atau pergi ke sebuah tempat yang sekarang kita sebut sekolah. Pada saat itu sekolah hanya untuk laki-laki. Dan bangunan sekolah pada zaman itu bukanlah bangunan yang khusus didirikan untuk pendidikan, tapi sebuah ruangan tambahan di sebelah toko yang dibatasi kain tirai! Pendidikan saat itu berdasarkan ideologi rasa takut. Anak pada zaman itu takut akan ancaman akan dikurung dan dicambuk. Dan hasilnya mereka belajar dengan cepat.

6. Ironi Sejarah

The dome of St. Peter's Basilica, seen from a ...
Image via Wikipedia
Penganut kristen pertama pada saat itu, Santo Petrus, yang juga menjadi uskup dan tentu saja Paus pertama dihukum mati dengan disalib secara terbalik di sebuah stadion terbuka yang bernama Sirkus Nero. Tubuhnya dimakamkan disana. 200 tahun kemudian, Kaisar Constantine I melegalkan ajaran Kristiani dan mendonasikan Sirkus Nero yang sekarang diubah dan dikenala sebagai Old St Peter’s Basilica. Pembangunannya membutuhkan sekitar 30 tahun dan bertahan hingga 1506 ketika dihancurkan oleh Paus Julius II untuk membuat sebuah ruang/jalan yang sekarang dikenal sebagai kursi kepausan. Yang menjadi ironi adalah bahwa patokan tertua dan terbesar tentang ajaran Kristiani adalah tempat dimana ajaran tersebut pertama kali dimusnahkan.

5. Pola Makan Teratur

Roman Food at the British Museum - Cookie?
Image by vintagedept via Flickr
Gaya hidup yang teratur sudah dipraktekan oleh masyarakt ini sejak awal kemunculan  mereka, salah satunya adalah kebiasaan makan mereka yang berbeda dari kita. Makan pagi (yang biasa mereka sebut jentaculum) diadakan di kamar kepala keluarga dan biasanya menyajikan sepotong roti dan pancake gandum yang dimakan berbarengan dengan madu. Dan anggur sudah dipakai untuk mabuk-mabukan. Dalam banyak hal, itu adalah makan pembuka untuk sebuah acara makan utama yang mereka sebut cena. Yang biasa dimakan di siang atau sore harinya. Kalau keluarga tersebut tidak sedang menjamu tamu maka jangka waktu cena hanya sekitar 1 jam dan 4 jam apabila menjamu tamu. Makan malam dilaksanakan ketika mereka hampir tidur, seperti roti dan buah-buahan. Masyarakat Romawi Kuno bukanlan pemakan daging yang lahap, mereka mengonsumsi daging seperlunya dan sayur-sayuran, bumbu dan rempah-rempah yang dimakan bersamaan dengan gandum yang bisa dibayangkan seperti bubur. Bahkan Petronius (seorang makelar pada rezim Nero) memberikan gambaran makan malam mereka seperti ini :

Saint Petronius
Image via Wikipedia
“Kami diundang untuk menduduki kursi-kursi yang tersedia. Segera, budak-budak dari Mesir datang dan menuangkan air es ke tangan kami. Permulaan kami disajikan nampan besar berbentuk keledai dari perunggu. Diatasnya ada dua buah keranjang, satu berisi zaitun berwarna hijau, dan satunya hitam. Disetiap sisinya biji poppy yang sudah dicelup kedalam madu. Didekatnya ada daging sosis uang sudah panas dan sisanya, anggur yang membuat kami bisa berenang dengannya.”

4. Awas Ada Anjing!

Giorgio Sommer (1834-1914), Picture of a drawi...
Image via Wikipedia
Tidak hanya menggunakan anjing sebagai penjaga, masayarakat pada zaman itu juga menggunakan tanda “Awas Anjing Galak”. Petronius didalam bukunyayang berjudul Satyricon mengatakan : “Di sebelah kira dinding saat kau masuk… Ada anjing besar dengan rantai di lehernya. Anjing itu terlukis di dinding yang diatasnya bertuliskan : Waspadalah terhadap anjing.” Salah satu bukti tanda peringatan ini adalah dengan adanya bukti otentik mosaik bergambar anjing yang diatasnya terbaca cave canem (Awas ada anjing) yang ada di Pompeii.

3. Saluran Air

Brighton Sewer Tour
Image by Dominic's pics via Flickr
Orang-orang Roma adalah masyarakat yang sangat bersih, dan mempunyai jadwal mandi berskala. Mereka mempunyai 2 sumber air – air berkualitas bagus untuk minum dan yang kualitas rendah dialokasikan untuk mandi. Pada 600 Sebelum Masehi, Raja Roma saat itu, Tarquinius Priscus, memutuskan untuk membuat saluran air yang dibangun dibawah kota. Saluran itu dibuat oleh para sukarelawan dan buruh. Sistem salurannya yang bermuara ke sungai Tibet sangat efektif hingga terus digunakan hingga sekarang (dalam artian diperbaharui dengan teknologi sekarang). Saluran itu merus menjadi jalur utama dari pembuangan amphitheater. Dengan suksesnya itu, hingga digunakan diseluruh Kekaisaran Romawi.

2. Pecunia non Olet

vespasian.jpg
Image by elisabetta2005 via Flickr
Kalimat diatas mempunyai arti – “Uang tidak berbau”. Kalimat ini dipercaya ada karena sebuah kegiatan pengumpulan pajak urin yang disahkan Kaisar Nero dan Vespasianus pada abad 1. Masyarakat kelas bawah diharuskan buang air kesebuah pot yang disediakan dan kemudian dikumpulkan dari seluruh kamar mandi umum. Dimana cairan tersebut digunakan untuk pembuatan bahan baku penting untuk proses kimia – untuk penyamakan atau memasak kulit binatang, dan juga sebagai sumber amoni dalam mencuci dan membersihkan kain toga. Bahkan sempat mencuat bahwa pemutih gigi juga menggunakan bahan baku ini. Titus, Anak Vespasianus mengeluh akan sifat pajak yang aneh ini, ayahnya lalu menunjukan sebuah koin emas dan mengucapkan kutipan terkenal diatas. Dan kalimat ini terus dipakai hingga sekarang bahwa nilai uang tidak ternoda asal-usulnya. Nama Vespasianus hingga sekarang sangat terkenal sebagai sebutan untuk kamar mandi umum di berbagai negara seperti – Prancis ( vespasiennes), Italia (vespasiani), dan Rumania (vespasiene).

Perhatian! daftar yang terakhir bisa dikategorikan vulgar dan sangat tidak disarankan
untuk dibaca bila anda tidak mau memandangnya dari salah satu kacamata seni sastra.
- Registrar

1. Syair

Gaius Flavius Valerius Aurelius Constantinus
Image by Xerones via Flickr
Gaius Valerius Catullus (84 Sebelum Masehi – 54 Sebelum Masehi) adalah seorang penyair ROmawi dari abad 1 Sebelum Masehi. Karya-karyanya hingga sekarang masih eksis dan terus dipelajari dunia sastra hingga mempengaruhi bentuk perjalanan seni yang lain. Tapi tahukah anda, bahwa selain menyenangi syair-syair dan humor, Bangsa Romawi juga gemar berkata cabul, bahkan dalam bahasa latin mereka begitu banyak kosakata cabul, bahkan hingga ke bagian-bagian spesifik dalam konteks seksual. Sebagai contoh, cinaede adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang sedang melakukan anal sex. Pedacabo adalah istilah untuk mereka yang sedang melakukan senggama atau penetrasi. Dan irrumare mengutarakan kegiatan seseorang yang sedang melakukan oral sex. Jadi apa hubungan itu semua dengan Catullus? Ternyata penyair ini adalah satu-satunya penyair yang membuat sebuah puisi paling senonoh yang pernah ada. Bahkan dalam masyarakatnya dianggap sangat vulgar dan translasinya ada ketika abad 20. Dibawah ini adalah terjemahannhya.
Aku akan bercinta dipantatmu dan penisku akan menusuk tenggorokanmu, ya! kau, kau Aurelius – dasar pengisap penis jalang dan kau juga, Furius, kau homo!
Hanya karena karya-karyaku berisi ayat lembut bukan berarti akan selalu lembut. Tentu, seorang penyair tentu harus fokus menulis puisi bukan seks; tetapi apakah itu artinya mereka tidak bisa menulis tentang seks? Jika puisi adalah cita rasa tinggi. Yang ditulis dengan baik dan erotis, tentu  membuat penis berbulu orang tua tegang, tidak hanya untuk remaja yang terangsang. Kau pikir aku banci hanya karena aku menulis tentang puisi berisi seribu ciuman?
Aku akan bercinta dipantatmu dan penisku akan menusuk tenggorokanmu!
Sungguh vulgar, kasar dan tak beradat bukan? Namun jika anda mau membaca versi latinnya, mungkin akan terdengar lebih lembut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar