10. Gereja dan Negara
Walau
kita semua mengetahui bahwa orang-orang Roma kuno menyembah banyak dewa,
dalam faktanya telah didirikan sebuah lembaga penyembahan yang disahkan
oleh pemerintah. Dan tuhan itu dinamakan Sol Invictus atau The Unconquored Sun
– Matahari yang tak bisa ditaklukan. Dewa ini dicetuskan oleh Kaisar
Aurelian pada 274 Sesudah Masehi dan terus berlanjut, hingga akhirnya
menutupi penyembahan dewa yang lain. Sampai ketika rezim Kaisar
Theodosius I menghilangkan ajaran pagan pada 27 Februari 390. Dan
kemudian masyarakat merayakan kematian Sol Invictus setiap
tanggal 25 Desember, banyak pula yang menyebut – hari kelahiran matahari
yang tak bisa ditaklukan. Karena tanggal 25 Desember adalah hari dimana
titik perputaran dari musim dingin. Pada tanggal 19 Desember juga ada
festival. Meskipun banyak ajaran lainnya yang dipraktekan secara
terang-terangan di setiap legiun Romawi pada abad pertengahan, hanya Sol Invictus-lah yang diterima secara penuh oleh masyarakat saat itu. Bahkan Kaisar Constantine I sampai mencantumkan Sol Invictus dalam mata uang resmi mereka. Dan Kaisar Constantine menandakan tanggal 7 Maret 321, sebagai hari kematian Solis – atau hari matahari, atau ‘Sunday’ (Hari minggu) sebagai hari istirahat bagi masyarakat Roma (dan kita semua mengikuti kebudayaan pagan).
9. Tempat Tinggal
Seperti
sekarang, kehidupan masyarakat Romawi hidup di berbagai tempat sesuai
kelas sosialnya. Yang kaya bisa tinggal di vila, dan yang miskin di
apartemen kumuh tak terawat yang dibawahnya berfungsi sebagai toko. Pada
rezim Hadrian atap bangunan tidak boleh lebih tinggi dari 17 meter
untuk menghindari kemungkinan rubuh, dan rata-rata apartemen mempunyai
banyak jendela. Air bisa diambil dari sumur yang tersedia diluar
bangunan, warga bisa buang air dengan menuju kamar mandi umum. Karena
kebakaran sangat rawan, Warga yang tinggal di apartemen tidak
diperkenankan memasak – namun mereka bisa membeli makanan di sebuah toko
yang disebut thermopolium. Tentu ini kebiasaan yang sudah sering kita temui bukan? Dan itu sudah dipraktekan masyarakat Romawi sejak dulu.
8. Pakaian Dalam
Sedikit
dari kita semua yang tahu bahwa bangsa Romawi selalu menggunakan pakaian
dalam di setiap kegiatannya, dalam hal ini disebut subligaculum,
pakaian ini bisa dalam bentuk celana dalam atau sekedar cawat. Pakaian
ini bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Biasanya, pakaian ini
digunakan oleh para gladiator, atlet dan aktor yang sedang beraksi. Subligaculum sering
digunakan dibalik pakaian tunik mereka. Namun, tidak sedikit pula yang
hanya memakai pakaian dalam tersebut tanpa tambahan apa-apa, kebiasaan
ini biasa digunakan oleh mereka yang bekerja di kantor publik. Perempuan
Romawi juga memakai pakaian tambahan dibagian atas yang biasa disebut strophium atau mamillare.
7. Pendidikan
Pendidikan
sangat penting bagi Romawi Kuno. Para orang kaya memfokuskan diri untuk
mencapai pendidikan tertinggi. Namun, mereka yang kekurangan hanya bisa
berharap untuk mendapatkan pendidikan formal, masih banyak yang perlu
belajar menulis dan membaca. Anak-anak dari keluarga kaya, akan
disekolahkan dalam sekolah privat yang dilaksanakan di rumah
masing-masing atau pergi ke sebuah tempat yang sekarang kita sebut
sekolah. Pada saat itu sekolah hanya untuk laki-laki. Dan bangunan
sekolah pada zaman itu bukanlah bangunan yang khusus didirikan untuk
pendidikan, tapi sebuah ruangan tambahan di sebelah toko yang dibatasi
kain tirai! Pendidikan saat itu berdasarkan ideologi rasa takut. Anak
pada zaman itu takut akan ancaman akan dikurung dan dicambuk. Dan
hasilnya mereka belajar dengan cepat.
6. Ironi Sejarah
Penganut
kristen pertama pada saat itu, Santo Petrus, yang juga menjadi uskup
dan tentu saja Paus pertama dihukum mati dengan disalib secara terbalik
di sebuah stadion terbuka yang bernama Sirkus Nero. Tubuhnya dimakamkan
disana. 200 tahun kemudian, Kaisar Constantine I melegalkan ajaran
Kristiani dan mendonasikan Sirkus Nero yang sekarang diubah dan dikenala
sebagai Old St Peter’s Basilica. Pembangunannya membutuhkan
sekitar 30 tahun dan bertahan hingga 1506 ketika dihancurkan oleh Paus
Julius II untuk membuat sebuah ruang/jalan yang sekarang dikenal sebagai
kursi kepausan. Yang menjadi ironi adalah bahwa patokan tertua dan
terbesar tentang ajaran Kristiani adalah tempat dimana ajaran tersebut
pertama kali dimusnahkan.
5. Pola Makan Teratur
Gaya
hidup yang teratur sudah dipraktekan oleh masyarakt ini sejak awal
kemunculan mereka, salah satunya adalah kebiasaan makan mereka yang
berbeda dari kita. Makan pagi (yang biasa mereka sebut jentaculum) diadakan
di kamar kepala keluarga dan biasanya menyajikan sepotong roti dan
pancake gandum yang dimakan berbarengan dengan madu. Dan anggur sudah
dipakai untuk mabuk-mabukan. Dalam banyak hal, itu adalah makan pembuka
untuk sebuah acara makan utama yang mereka sebut cena. Yang biasa dimakan di siang atau sore harinya. Kalau keluarga tersebut tidak sedang menjamu tamu maka jangka waktu cena hanya
sekitar 1 jam dan 4 jam apabila menjamu tamu. Makan malam dilaksanakan
ketika mereka hampir tidur, seperti roti dan buah-buahan. Masyarakat
Romawi Kuno bukanlan pemakan daging yang lahap, mereka mengonsumsi
daging seperlunya dan sayur-sayuran, bumbu dan rempah-rempah yang
dimakan bersamaan dengan gandum yang bisa dibayangkan seperti bubur.
Bahkan Petronius (seorang makelar pada rezim Nero) memberikan gambaran
makan malam mereka seperti ini :
“Kami diundang untuk menduduki kursi-kursi yang tersedia. Segera, budak-budak dari Mesir datang dan menuangkan air es ke tangan kami. Permulaan kami disajikan nampan besar berbentuk keledai dari perunggu. Diatasnya ada dua buah keranjang, satu berisi zaitun berwarna hijau, dan satunya hitam. Disetiap sisinya biji poppy yang sudah dicelup kedalam madu. Didekatnya ada daging sosis uang sudah panas dan sisanya, anggur yang membuat kami bisa berenang dengannya.”
4. Awas Ada Anjing!
Tidak
hanya menggunakan anjing sebagai penjaga, masayarakat pada zaman itu
juga menggunakan tanda “Awas Anjing Galak”. Petronius didalam
bukunyayang berjudul Satyricon mengatakan : “Di sebelah kira
dinding saat kau masuk… Ada anjing besar dengan rantai di lehernya.
Anjing itu terlukis di dinding yang diatasnya bertuliskan : Waspadalah
terhadap anjing.” Salah satu bukti tanda peringatan ini adalah dengan
adanya bukti otentik mosaik bergambar anjing yang diatasnya terbaca cave canem (Awas ada anjing) yang ada di Pompeii.
3. Saluran Air
Orang-orang
Roma adalah masyarakat yang sangat bersih, dan mempunyai jadwal mandi
berskala. Mereka mempunyai 2 sumber air – air berkualitas bagus untuk
minum dan yang kualitas rendah dialokasikan untuk mandi. Pada 600
Sebelum Masehi, Raja Roma saat itu, Tarquinius Priscus, memutuskan untuk
membuat saluran air yang dibangun dibawah kota. Saluran itu dibuat oleh
para sukarelawan dan buruh. Sistem salurannya yang bermuara ke sungai
Tibet sangat efektif hingga terus digunakan hingga sekarang (dalam
artian diperbaharui dengan teknologi sekarang). Saluran itu merus
menjadi jalur utama dari pembuangan amphitheater. Dengan suksesnya itu, hingga digunakan diseluruh Kekaisaran Romawi.
2. Pecunia non Olet
Kalimat
diatas mempunyai arti – “Uang tidak berbau”. Kalimat ini dipercaya ada
karena sebuah kegiatan pengumpulan pajak urin yang disahkan Kaisar Nero
dan Vespasianus pada abad 1. Masyarakat kelas bawah diharuskan buang air
kesebuah pot yang disediakan dan kemudian dikumpulkan dari seluruh
kamar mandi umum. Dimana cairan tersebut digunakan untuk pembuatan bahan
baku penting untuk proses kimia – untuk penyamakan atau memasak kulit
binatang, dan juga sebagai sumber amoni dalam mencuci dan membersihkan
kain toga. Bahkan sempat mencuat bahwa pemutih gigi juga menggunakan
bahan baku ini. Titus, Anak Vespasianus mengeluh akan sifat pajak yang
aneh ini, ayahnya lalu menunjukan sebuah koin emas dan mengucapkan
kutipan terkenal diatas. Dan kalimat ini terus dipakai hingga sekarang
bahwa nilai uang tidak ternoda asal-usulnya. Nama Vespasianus hingga
sekarang sangat terkenal sebagai sebutan untuk kamar mandi umum di
berbagai negara seperti – Prancis ( vespasiennes), Italia (vespasiani),
dan Rumania (vespasiene).
Perhatian! daftar yang terakhir bisa dikategorikan vulgar dan sangat tidak disarankan untuk dibaca bila anda tidak mau memandangnya dari salah satu kacamata seni sastra.
- Registrar
1. Syair
Gaius
Valerius Catullus (84 Sebelum Masehi – 54 Sebelum Masehi) adalah seorang
penyair ROmawi dari abad 1 Sebelum Masehi. Karya-karyanya hingga
sekarang masih eksis dan terus dipelajari dunia sastra hingga
mempengaruhi bentuk perjalanan seni yang lain. Tapi tahukah anda, bahwa
selain menyenangi syair-syair dan humor, Bangsa Romawi juga gemar
berkata cabul, bahkan dalam bahasa latin mereka begitu banyak kosakata
cabul, bahkan hingga ke bagian-bagian spesifik dalam konteks seksual.
Sebagai contoh, cinaede adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang sedang melakukan anal sex. Pedacabo adalah istilah untuk mereka yang sedang melakukan senggama atau penetrasi. Dan irrumare mengutarakan kegiatan seseorang yang sedang melakukan oral sex. Jadi
apa hubungan itu semua dengan Catullus? Ternyata penyair ini adalah
satu-satunya penyair yang membuat sebuah puisi paling senonoh yang
pernah ada. Bahkan dalam masyarakatnya dianggap sangat vulgar dan translasinya ada ketika abad 20. Dibawah ini adalah terjemahannhya.
Sungguh vulgar, kasar dan tak beradat bukan? Namun jika anda mau membaca versi latinnya, mungkin akan terdengar lebih lembut.Aku akan bercinta dipantatmu dan penisku akan menusuk tenggorokanmu, ya! kau, kau Aurelius – dasar pengisap penis jalang dan kau juga, Furius, kau homo!Hanya karena karya-karyaku berisi ayat lembut bukan berarti akan selalu lembut. Tentu, seorang penyair tentu harus fokus menulis puisi bukan seks; tetapi apakah itu artinya mereka tidak bisa menulis tentang seks? Jika puisi adalah cita rasa tinggi. Yang ditulis dengan baik dan erotis, tentu membuat penis berbulu orang tua tegang, tidak hanya untuk remaja yang terangsang. Kau pikir aku banci hanya karena aku menulis tentang puisi berisi seribu ciuman?Aku akan bercinta dipantatmu dan penisku akan menusuk tenggorokanmu!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar